Selamat pagi semua ..
Hari ini selepas salat subuh terbersit dalam pikiran untuk kembali membuat diari atau catatan atas pikiran-pikiran yang terlintas. Banyak sekali rasanya hal-hal yang berseliweran di dalam kepala. Mungkin dengan menuliskannya, dapat sedikit mengurangi beban yang menghimpit.
Tadi malam secara kebetulan mendapat quote penting dari instagram, yang isinya kira-kira begini. "Keluarlah dari zona nyamanmu. Lakukan hal-hal yang baru dan berat secara konsisten dalam 6 bulan ke depan. Kemudian rasakan efeknya. Hal-hal di luar zona nyaman itu misalnya, seperti: kerja keras, ibadah yang lebih banyak, buat target-target baru, dan banyak lagi"
Menarik juga. Tadi terpikir juga dengan persoalan karir dan hidup. Usia sudah merangkak tua menuju 58 tahun. Usia sangat matang bagi seorang manusia. Jika pegawai, itu usia pensiun. Harusnya sudah berada di puncak karir dan merupakan masa-masa menikmati kenyamanan hidup. Namun, apa daya, kalau melihat diri, jauh panggang dari api. Hidup kok penuh dengan pesimis dan ketakutan. Takut apa sih? Singkirkan itu!
Pencapaian hingga ke hari ini kurang apa coba? Keluarga lengkap, istri, anak-anak yang beranjak dewasa. Namun, kendala tetap ada, kekurangan duit, kebutuhan anak-anak yang meningkat, angan-angan masa depan yang terlihat suram, dan banyak lagi pandangan yang negatif. Buang pandangan negatif itu semua!
Bersyukur ... itu yang harus selalu dilakukan. Bersyukur dengan apa yang ada sekarang ini. Mudah-mudahan dengan bersikap seperti itu bisa sedikit menghibur hati agar lebih tegar menghadapi persoalan hidup ini.
Rencana yang akan dilakukan hari ini, pertama mencoba mendatangi kantor Pajak untuk konfirmasi tentang lebihan tagihan pajak tahun 2023 lalu. Ternyata ketika melaporkan SPT 2023 di akhir Maret kemarin aku terlepas pandang. Ada terdapat kelebihan potongan pajak dari daftar gaji di sistem. Ketika membuat laporan SPT aku hanya mengira-ngira saja gaji yang kuterima selama ini di USK. Maklum dengan status dosen kontrak gaji memang tidak seberapa. Sehingga secara logika aku tentunya tidak perlu membayar pajak. Namun laporan SPT tetap harus dilakukan. Setelah selesai aku mengurus SPT, barulah disadari ternyata di sistem ada tersimpan catatan resmi penerimaan gaji dan honor selama setahun ini. Dan di situ tercantum ada kelebihan pemotongan pajak sebesar sekitar 300an ribu rupiah. Nah, hari ini rencananya aku mau kembali ke kantor pajak untuk menanyakan apakah masih memungkinkan dana itu kuterima kembali. Semoga ya ...
Kemarin di kampus, diskusi dengan pak Amir kaprodi. Beliau banyak memberi informasi baru tentang bagaimana mengelola TPMA yang menjadi tanggung-jawabku sepanjang tahun 2024 ini. TPMA Tim pengendalian Mutu Akademik. Tugasnya sih mengendalikan mutu pembelajaran di tingkat program studi. Tapi faktanya, mengisi borang-borang dan template yang ada di google-drive. Laporan yang dibuat setiap triwulan. Jadi ada 4 laporan dalam setahunnya, Maret, Juni, September dan Desember. Terkesan mudah sih, mudah-mudahan bisa kulaksanakan dengan baik.
Untuk pertama kali aku terlibat pula dalam permohonan paten. Memang terkesan seperti main-main. Aku tidak begitu serius. Namun pak Zulfadhli menyaranan untuk mencoba mengajukan. Aku pun mencoba mengajukan paten untuk metode pembuatan papan komposit dari ijuk dan HIPS untuk menjadi genteng atau roof-tile. Memang ini topik penelitian S3 ku di UPM bersama Prof Sapuan, sekitar 12 tahun yang lalu. Sudah expired ya sepertinya, dan minim sekali nilai kebaruannya. Namun, aku menganggap sebagai proses pembelajaran dulu. Semoga dengan ilmu yang didapat dari proses ini bisa dipakai untuk permohonan yang sebenarnya di masa depan.
Kupikir cukup saja dulu catatan diari untuk pagi ini. Aku mencoba untuk konsisten menulis di pagi hari selepas salat subuh. Minimal menulis selama 30 menit di depan laptop, mulai pukul 6 hingga 6.30. Itu saja dulu, targetnya. Nanti kita lihat lagi dan evaluasi hasilnya selepas 6 bulan ke depan. Wassalam.
Comments
Post a Comment